Tunduknya Angin: Karamah Al-Izz bin Abdussalam

Table of Contents

 

Kisah Syekh Izzuddin bin Abdussalam
Sumber : gemini

Louis IX, Raja Perancis, dengan armada Salibnya yang besar tengah menduduki kota Dimyâth. Lalu dari kota ini ia bergerak menuju kota al-Manshûrah. Kaum Muslim amat menderita dan tercekam akibat penyerangan ini.

​Mereka membelah laut menuju kota al-Manshûrah karena takut diterpa angin gurun yang mematikan. Ketika itu Syekh Al-'Izz bin 'Abdus Salâm tengah bersama pasukan Kota al-Manshûrah. Syekh merasakan keadaan kaum Muslim yang amat memilukan. Ia pun dengan suara kerasnya memanggil sambil tangannya menunjuk ke arah angin:

​"Wahai angin, binasakanlah mereka. Wahai angin, binasakanlah mereka. Wahai angin, binasakanlah mereka."¹⁷

​Tiba-tiba angin itu bergulung-gulung menghantam kapal-kapal musuh, menjungkirbalikkan dan menghancurkannya. Sementara pasukan Muslim menyaksikan peristiwa ini.

​Dikisahkan: Angin itu tiba-tiba berbalik ke arah kapal-kapal musuh, menghantam dan menghancurkannya. Banyak pasukan musuh karam. Maka menanglah pasukan Muslim. Ketika itu di tengah kaum Muslim terdengar sebuah teriakan:

​"Segala puji hanya bagi Allah yang telah memperlihatkan kepada kita umat junjungan Muhammad saw., seorang kesatria yang angin pun ditundukkan Allah untuknya...."

​Saat itu hari Rabu tanggal 3 Muharam tahun 648 H. Hari-hari berikutnya, seperti dimaklumi, Louis sang raja Prancis itu ditawan, ditahan di barak Ibn Luqmân. Lalu ia menebus dirinya dengan harta berlimpah.

​cerita diambil dari : Thabaqât al-Subki wa Husn al-Muhâdharah, karya al-Suyûthi

Sumber : Qisasul Auliya'; Kisah Para Kekasih Allah, Muhammad Khalid Tsabit, Penerbit Qafmedia, 2016

Salafudin
Salafudin Belajar itu kewajiban, bahkan sejak turun dari kandungan sampai beruban

Posting Komentar