Review buku Seperti Roda Berputar dan Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis
Table of Contents
Ada satu tulisan yang sama pada kedua buku tersebut berjudul “perayaan”. Sebuah refleksi cak Rusdi lewat cerita Ali Banat. Seorang anak mua keturunan Arab yang lahir di sydney. dia diberikan harta yang sangat berlimpah, namun ia down dan merasa hartanya tidak ada artinya ketika ia divonis kanker stadium 4. Sehingga hidupnya diperkirakan dengan hitungan medis hanya beberapa bula lagi. Sejak saat itu ia rajin bersedekah kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Hingga kisahnya didengar oleh khalayak umu melalui stasiun TV dan Ali Banat diundang di masa-masa akhir usianya.
Refleksi Seorang Ali Banat didengar lalui diceritakan oleh cak rusdi yang saat itu juga divonis mengidap kanker. Cak rusdi merefleksi diri dan menuliskannya pada tulisan tersebut.
***
Kedua buku tersebut adalah hasil karya yang ditulis Cak Rusdi selama menjalani kehidupannya dengan ditemani kanker yang ada ditubuhnya. Cak Rusdi tidak patah semangat menulis walau dalam keadaan apapun. Seperti yang dikatakan dan ditulis dibagian bekalang cover buku seperti roda berputar.
“Saya harus mengetik, harus bertahan dan hidup. Menulis adalah pekerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun hanya dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik”.
Buku seperti roda berputar merupakan catatannya selama dirawat di rumah sakit. Menggambarkan betapa usahanya cak rusdi untuk tetap bisa menulis. Ketika itu tulisan tulisannya dimuat Mojok.co dan terbit setiap hari senin. Dihalaman 17-20 buku ini menampilkan pesan antara cak rusdi dan redaktur mojok, tentang naskah yang akan dikirim di Mojok. Cak rusdi dari awal menuliskan bagaimana ia pertama kali, kedua kali dan ketiga kalinya dirujuk ke rumah sakit. hingga bagaimana cak Rusdi menjalani hari-harinya diatas ranjang berbulan-bulan karena tumor yang menggerogoti tubuhnya. Hingga di akhir tulisan, Puthut EA, rekan cak Rusdi juga sebagai rodaktur mojok menuliskan tulisan penutup ketika cak Rusdi wafat.
Catatan-catatan itu ditulis dan akhirnya dibukukan dan diberi judul “Seperti Roda berputar; Catatan di Rumah Sakit” oleh penerbit mojok, dengan ketebalan 78 halaman.
***
Buku kedua yang akan kita bahas adalah “Laki-laki yang tak berhenti Menangis”. Sebuah judul yang merupakan arti dari kata “Nuh”, nama Nabi yang hidup di masa-masa awal peradaban manusia. Nuh yang merupakan utusan Allah suatu saat melihat sekor Kambing, waqila seekor anjing, yang menghampiri Nabi Nuh. Kondisi fisik kambing tersebut berbeda dengan kambing lain. Memilki mulut mencong, bermata 3 dan mempunyai 5 kaki. Melihat hal tersebut Nabi Nuh tertawa menertawai kambing tersebut, hingga kambing tersebut menegur Nabi Nuh. Kambing tersebut bersuara seakan seorang manusia yang berbicara.
“Hai Nuh, rupaku memang jelek, dan menurutmu aku mungkin juga makhluk tidak berguna. Tidak bisa berbuat apa-apa sepertimu. Tapi apakah kamu lupa wahai manusia berguna ?”“Lupa tetang apa ?”“Penciptamu dan penciptaku sama”
Seketika itu Nabi Nuh menangis menyesali perbuatannya tersebut.
Sepenggal kisah yang ada di buku ini yang diangkat menjadi sebuah judul buku merupakan suatu refleksi seorang Nabi Nuh terhadap dirinya sendiri. Sedrorang manusia yang hidup bersama dengan makhluk-makhluk Allah yang lain.
Maka, seperti itulah gambaran buku ini. Cak rusdi mencoba menggali kisah-kisah apik yang patut direnungkan. Mencoba membahas permasalahan kultural di masyarakat, bagaimana seharusnya hubungan manusia dan maklhuk lain dijalankan, bagaimana seharusnya toleransi diterapkan, tentang sifat-sifat manusia yang seharusnya perlu dikekang.
Terdapat 23 judul tulisan yang termuat di buku ini. Berikut daftar isi beserta halamannya : Fitnah (1), Azazil (3), Maut (7), Cathala (9), Agama (15), Gereja (23), Muhammad (27), Perayaan (31), Aladin (37), Kakbah (41), Khidir (47), Pezina (53), Anjing (59), Bidah (63), Tahun baru (69), Kambing (73), Ilmu (77), Burung (81), Adab (85), Rasis (91), Nasrani (97), Minoritas (103), Membunuh (109).
***
Judul buku : Laki-laki yang Tak Pernah Berhenti Menangis; Kumpulan Kisah Islami Penyejuk Hati
Penulis : Rusdi Mathari
Tahun terbit: Januari 2019
Halaman : viii + 115
Penerbit : Buku mojok
ISBN : 978-602-1318-80-5
Genre : Religi (13+)
Judul : Seperti Roda Berputar; Catatan di Rumah Sakit
Penulis : Rusdi Mathari
Tahun terbit: 2018
Halaman : x + 79
Penerbit : Buku mojok
Posting Komentar